AlMaidah Ayat 32 | Arti Perkata Surat Al Maidah Ayat 32. Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Maa-idah ayat 32-34 (14) | alqur’anmulia. Surat Al Maidah Ayat 1, 32 dan 48, Arab Latin dan Terjemahannya. Tajwid dan Arti Per Kata QS. Yunus ayat 40-41 dan QS. Al-Maidah ayat 32 (Quran dan Hadits Kelas XI SMA/MA/SMK/MAK) - Ustadzmu.com. √ Arti Perkata NamaAl Maidah sendiri memiliki arti hidangan. Syariat setiap kaum berbeda-beda sesuai dengan waktu dan keadaan hidupnya. 548 5 48 5-48 Surah Al Maaidah 48 Tafsir surat AlMaaidah 48 Quran Al Maidah 48 AlMaidah 48 Al-Maidah 48 Surah Al Maidah ayat 48. Tafsir Ibnu Katsir Surah Al Maidah Ayat 3 Putri Ayu Roziana 2. Kandungan surat Al Maidah ayat 48. AlMaidah 48 Arti Perkata / Arti Perkata Surah Al Maidah Ayat 48 Masnurul - For more information and source, see on this link : Surat al maidah ayat 48 arab latin arti tafsi Jelaskan Alasan Membaca Kitab Suci / Jelaskan Manfaat Berdoa Bagi Orang Beriman Cara Golden : jelaskan 3 alasan utama kita harus membaca kitab suci menurut pendapatmu! AsbabunNuzul Qur’an Surat Fathir ayat 32. Ayat ini tidak mempunyai asbabun nuzul. Ayat 32 Q.S. Fathir ini menguraikan tentang wahyu yang disampaikan Allah swt kepada Rasulullah saw. Kini di uraikan tentang mereka-mereka yang diwariskan kepadanya pesan kitab suci ini. Ayat ini mempunyai tema yang sangat bagus, yaitu tentang 3 kelompok atau Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. - Di dalam Surah Al Maidah ayat 48, terkandung kebenaran Alquran yang penting dipelajarai oleh umat muslim. Surat Al Maidah merupakan surat ke-5 dalam Alquran dan tergolong dalam surat madaniyah. Surah Al Maidah ini memiliki arti 'hidangan' dan terdiri dari 120 ayat. Di dalamnya menceritakan tentang perjamuan Nabi Isa dengan para pengikutnya yang menggunakan hidangan dari langit dan dimaknai sebagai anugerah Allah SWT. Sementara itu, ayat-ayat dalam Surah Al-Maidah ini diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah atau ketika terjadinya peristiwa haji wada. Nah, berikut ini Surah Al Maidah ayat 48 dan terjemahannya. Bacaan Latin Surat Al Maidah Ayat 48 Baca Juga Memukau America's Got Talent, Putri Ariani Ternyata Fasih Baca Alquran Braille dengan Merdu Wa anzalnaa ilaikal-kitaba bil haqqi mushaddiqal lima baina yadaihi minal kitaabi wa muhaiminan alaihi fahkum bainahum bimaa anzalallahu wa laa tattabi’ ahwaa-ahum ammaa jaa-aka minal haqq, likullin ja'alnaa mingkum syir'ataw wa min-haajaa, walau syaa`allahu laja'alakum ummataw waahidataw wa laakil liyabluwakum fii maa aataakum fastabiqul-khairaat, ilallahi marji'ukum jamii'an fa yunabbi’ ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuun. Arti Al Maidah Ayat 48 Artinya " Dan Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu Muhammad dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan." Demikian penjelasan Al Maidah Ayat 48 mulai dari bacaan latin hingga arti terjemahannya. Semoga informasi ini membuat Anda semakin paham dengan makna Surat Al Maidah. Baca Juga Bawa-Bawa Alquran, Nikita Mirzani Doakan sang Putri Lolly Kena Azab Kontributor Lolita Valda Claudia Surat Al Maidah merupakan surat ke-5 dalam Alquran dan tergolong dalam surat madaniyah. Arti surat Al Maidah adalah 'hidangan' dan terdiri dari 120 ayat. Surat Al Maidah menceritakan tentang perjamuan Nabi Isa dengan para pengikutnya yang menggunakan hidangan dari langit dan dimaknai sebagai anugerah Allah SWT. Sementara itu, ayat-ayat dalam Surah Al-Maidah ini diturunkan oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah atau ketika terjadinya peristiwa haji wada. Arti Surat Al Maidah Ayat 48 IKTIKAF RAMADHAN DI MEDAN ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/tom. Dikutip dari buku Tafsir Al-Quranul Mjid An-Nur Jilid 1 2011 karya DR. KH. Ahsin Sakho Muhammad, Al-Quran merupakan kitab terakhir yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi SAW untuk menjadi penyempurna ajaran dari kitab-kitab sebelumnya. Ajaran Islam yang Nabi Muhammad SAW merupakan penyempurna dan pembenaran dari kitab-kitab sebelumnya. Sebagaimana kalam Allah SWT dalam potongan ayat surat Al Maidah ayat 48. Berikut arti surat Al Maidah ayat 48 وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ Wa anzalnā ilaikal-kitāba bil-ḥaqqi muṣaddiqal limā baina yadaihi minal-kitābi wa muhaiminan alaihi faḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi’ ahwā`ahum ammā jā`aka minal-ḥaqq, likulli ja’alnā minkum syir’atan wa min-hājā, walau syā`allāhu laja’alakum ummatan wāḥidataw wa lākil liyabluwakum fī mā ātākum fastabiqul-khairāt, ilallāhi marji’ukum jamī’an fa yunabbiukum bimā kuntum fīhi takhtalifụn Artinya “Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikanNya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukanNya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.” Kandungan Surat Al Maidah Ayat 48 Ilustrasi Al Quran Freepik Kandungan arti surat Al Maindah ayat 48 menjelaskan bahwa Al Quran memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Al Quran merupakan pembenar kitab-kitab sebelumnya, juga sebagai penjaga kitab-kitab tersebut. Dengan menekankan terhadap dasar-dasar ajaran para nabi terdahulu, Al Quran sepenuhnya memelihara keaslian ajaran itu dan menyempurnakannya. Akhir surat Al Maidah ayat 48 ini juga mengatakan, perbedaan syariat tersebut seperti layaknya perbedaan manusia dalam penciptaannya, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Semua perbedaan itu adalah rahmat dan untuk saling mengenal. Sedangkan, menurut Tafsir Tahlili Kementerian Agama Kemenag RI, pada surah Al Maidah ayat 48 ini diterangkan bahwa Allah menurunkan Al Quran kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad SAW. Kitab suci ini berfungsi membenarkan kitab-kitab sebelumnya. Perintah pertama yang terkandung dalam ayat tersebut adalah menghukumkan dan memutuskan perkara manusia sesuai hukum yang telah ditetapkan dalam Al Quran. Sebab, Al Quran adalah kitab suci yang menjamin syariat murni dan berlaku sejak diturunkan hingga hari kemudian. Selanjutnya, dalam hal ini, Allah SWT melarang hamba-Nya mengikuti hawa nafsu mereka. Dijelaskan lebih lanjut dalam tafsir tersebut, bukanlah pada tempatnya menuruti keinginan dan kemauan hawa nafsu yang bertentangan dengan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Ibnu Katsir menjelaskan maksud mengikuti hawa nafsu ini adalah berpaling dari kebenaran yang diperintahkan Allah SWT. Lalu cenderung kepada hawa nafsu orang-orang bodoh lagi celaka. Perintah selanjutnya adalah berlomba-lomba berbuat kebaikan dan amal saleh sesuai dengan syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir. Pada akhirnya, manusia akan kembali kepada Allah untuk memenuhi panggilan-Nya ke alam baka. Di sanalah Dia akan memberitahukan segala sesuatu yang mereka perselisihkan. Cara Mengamalkan Surat Al Maidah Ayat 48 Ilustrasi Al Quran unsplash Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengamalkan surat Al Madisah ayat 48. Berikut diantaranya cara mengamalkan surat Al Maidah ayat 48. Berlomba Membantu Sesama Saudara Salah satu cara dalam melakukan kebaikan yaitu membantu sesama saudara. Hal tersebut dilakukan apabila sesama saudara merasa sadar akan butuhnya pertolongan dari manusia. Sesama manusia juga harus saling membantu agar ketika mendapat kesusahan orang lain juga turut membantu. Berlomba Menghafal Al-Qur’an Apabila ada seorang muslim melakukan kebaikan seperti berlomba-lomba menghafalkan Al Quran, pahala yang didapat pun akan terus mengalir. Berlomba dalam menghafalkan Al-Qur’an banyak berbagai macam tantangan maupun ujian. Oleh karena itu umat muslim harus sabar dalam menjalaninya. Istiqomah Berpuasa Istiqomah dalam berpuasa juga menjadi salah satu amalan berlomba dalam kebaikan. Pasalnya, dalam hal berpuasa bisa menahan emosi diri dan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Orang yang lomba untuk berpuasa maka ketika berdoa diterima oleh Allah SWT. Berlomba dalam Bersedekah Ada pula dalam berlomba-lomba untuk kebaikan dengan melakukan bersedekah. Sifat yang timbul karena peduli terhadap orang lain menjadikan orang untuk selalu bersedekah. Dalam bersedekah tidak akan mempersempit rezeki, melainkan akan memperluas harta. Berlomba untuk Berakhlak Mulia Salah satu untuk kebaikan dalam kebaikan yaitu berakhlak mulia terhadap orang lain. Berakhlak mulia merupakan sifat terpuji yang ditanamkan dalam diri manusia. Dalam berakhlak mulia akan membawa hal dan dampak yang positif. Surat Al Maidah ayat 48 adalah ayat tentang Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Berikut ini arti, tafsir, dan kandungan maknanya. Surat Al Maidah termasuk madaniyah. Menurut riwayat Imam Ahmad, surat ini turun ketika Rasulullah sedang naik unta. Hampir saja paha unta itu patah karena begitu beratnya wahyu yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terima. Demikian pula ayat 48 ini juga tergolong madaniyah. Nama surat ini Al Maidah المائدة yang artinya hidangan karena di antara kandungan surat ini adalah kisah tentang turunnya al maidah hidangan dari langit setelah para pengikut Nabi Isa hawariyyun memintanya. Al maidah yang hawariyyun memintanya merupakan bukti kerasulan Nabi Isa dan sekaligus menjadi hari raya bagi mereka. Surat Al Maidah Ayat 48 Beserta ArtinyaTafsir Surat Al Maidah Ayat 481. Iman kepada Al Quran dan Kitab-Kitab Sebelumnya2. Al Quran sebagai pedoman hidup3. Tiap umat memiliki syariat masing-masing4. Berlomba-lomba dalam kebaikan5. Semua akan kembali kepada AllahKandungan Surat Al Maidah ayat 48 Surat Al Maidah Ayat 48 Beserta Artinya Berikut ini Surat Al Maidah Ayat 48 dalam tulisan Arab, tulisan Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ Wa anzalnaa ilaikal kitaaba bil haqqi mushoddiqol limaa baina yadaihi minal kitaabi wamuhaiminan alaihi. Fahkum bainahum bimaa anzalalloohu walaa tattabi’ ahwaa,ahum ammaa jaa,aka minal haq. Likulling ja’alnaa mingkum syir’ataw waminhaajaa. Walau syaa,alloohu laja’alakum ummataw waahidataw walaakil liyabluwakum fii maa aataakum. Fastabiqul khoiroot. Ilalloohi marji’ukum jamii’aang fayunabbi,ukum bimaa kungtum fiihi takhtalifuun ArtinyaDan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. Baca juga Ayat Kursi Tafsir Surat Al Maidah ayat 48 ini kami sarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Munir. Harapannya, agar terhimpun banyak faedah yang kaya khazanah keilmuan tetapi tetap ringkas. Kami memaparkannya menjadi beberapa poin mulai dari redaksi ayat dan artinya. Kemudian tafsirnya yang merupakan intisari dari tafsir-tafsir di atas. 1. Iman kepada Al Quran dan Kitab-Kitab Sebelumnya Poin pertama dari Surat Al Maidah ayat 48, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan salah satu fungsi Al-Qur’an. وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Ayat ini menjelaskan bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dengan haq. “Yakni membawa kebenaran dan tiada keraguan di dalamnya,” tulis Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Kata mushoddiqo مصدقا artinya adalah membenarkan. Yang dibenarkan adalah kitab-kitab suci sebelum Al-Qur’an. Meskipun kata minal kitaab من الكتاب berbentuk mufrad tunggal, makna yang dimaksudkan adalah jamak, yakni al kutub الكتب. Kitab-kitab yang dibenarkan Al-Qur’an tersebut Taurat, Zabir dan Injil. Yakni Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa alaihis salam. Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud alaihis salam. Dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa alaihis salam. Sebelum ketiga kitab itu diubah oleh manusia. Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, muhaiminan alaih مهيمنا عليه artinya adalah pengawas, pengontrol, dan penjaga kitab-kitab terdahulu serta menjadi saksi terhadapnya sekaligus menjadi saksi untuknya mengenai keabsahannya. Ini salah satu fungsi Al-Qur’an. Selain membenarkan bahwa Allah pernah menurunkan kitab Taurat, Zabur dan Injil, Al-Qur’an juga menjadi hakim atas keabsahan kitab-kitab tersebut. Sehingga ketika saat ini didapati ada kitab yang isinya bertentangan dengan Al-Qur’an, maka ia tidak bisa dipercaya keotentikannya. “Apa saja isi dari kitab terdahulu yang sesuai dengan Al-Qur’an, maka itu adalah benar. Dan apa saja isi dari kitab terdahulu yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an, maka itu adalah batil,” kata Ibnu Juraij seperti dikutip Ibnu Katsir dalam Tafsirnya. Baca juga Asmaul Husna 2. Al Quran sebagai pedoman hidup Poin kedua dari Surat Al Maidah ayat 48, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan berpegang kepada Al-Qur’an. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ ۚ Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Surat Al Maidah ayat 48 ini turun berkenaan dengan orang-orang ahli kitab yang meminta keputusan kepada Rasulullah. Awalnya, Rasulullah diberi pilihan untuk memutuskan perkara mereka atau mengembalikan perkara itu kepada kitab mereka masing-masing. Namun kemudian Allah menurunkan ayat ini. “Dengan turunnya ayat ini,” kata Ibnu Katsir, “Allah memerintahkan Rasulullah untuk memutuskan perkara di antara mereka ahli kitab dengan apa yang ada pada Al-Qur’an.” Rasulullah tidak boleh memutuskan dengan mengikuti hawa nafsu mereka. Termasuk dengan kitab mereka yang sudah terdistorsi dan sudah mereka ubah sesuai hawa nafsu. Ayat ini juga berlaku umum, bahwa segala keputusan orang beriman hendaklah berdasarkan Al-Qur’an dan tidak boleh ada yang bertentangan dengannya. “Agama ini telah sempurna, nikmat yang Allah berikan kepada kaum muslimin sudah cukup dan Allah telah meridhai agama Islam ini menjadi manhaj kehidupan semua manusia. Sudah tidak ada jalan lagi di sana untuk merevisi atau mengganti agama ini. Tidak ada jalan lagi untuk meninggalkan sebagian hukumnya dengan beralih kepada hukum lain atau meninggalkan sebagaian syariatnya dan berpindah kepada syariat lain,” tegas Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zilalil Quran. Baca juga Surat Al Kafirun 3. Tiap umat memiliki syariat masing-masing Poin ketiga dari Surat Al Maidah ayat 48, Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan bahwa tiap umat memiliki syariat dan manhaj masing-masing. لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid, syir’ata شرعة adalah tuntunan, minhaja منهاجا adalah jalan. Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan, syir’ata شرعة adalah apa yang disyariatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk para hambaNya berupa agama, sistem, aturan dan hukum-hukumnya. Sedangkan minhaja منهاجا adalah jalan terang yang manusia tempuh dalam beragama. Ibnu Katsir menjelaskan, seluruh Nabi dan Rasul, ajaran tauhidnya sama. Yakni laa ilaaha illallah. Sebagaimana firman-Nya وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu” QS. An Nahl 36 Adapun syariatnya, yakni mengenai perintah dan larangan, kadang berbeda-beda. “Adakalanya syairat mengharamkan sesuatu, kemudian syariat yang lain/berikutnya menghalalkan sesuatu itu. Begitu pula kebalikannya. Ada yang sesutau syariat meringankannya, sedangkan syariat yang lain/berikutnya memperberat sesuatu tersebut,” tulis Ibnu Katsir. “Hal demikian itu karena mengandung hikmah yang tidak terbatas serta hujjah yang jelas bagi Allah dalam menentukannya.” Baca juga Surat Al Hujurat ayat 12 4. Berlomba-lomba dalam kebaikan Poin keempat dari Surat Al Maidah ayat 48, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan hamba-hambaNya agar berlomba-lomba dalam kebaikan. وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَٰكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu. Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Seandainya Allah menghendaki, mudah saja bagiNya menjadikan seluruh manusia sejak Nabi Adam hingga kiamat tiba menjadi satu umat saja. Namun, Allah hendak menguji manusia. Karenanya, Dia memerintahkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ibnu Katsir menjelaskan, Allah telah menetapkan berbagai macam syariat untuk menguji hamba-hambaNya dengan memberi pahala kepada orang yang taat dan menyiksa mereka yang durhaka. “Berlomba-lombalah kamu semuanya berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik di dalam dunia ini, dengan memegang pokok pertama yaitu ketaatan kepada Allah dan percaya bahwa di belakang hidup yang sekarang ini ada lagi hidup akhirat,” tulis Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar. 5. Semua akan kembali kepada Allah Poin kelima dari Surat Al Maidah ayat 48, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa manusia akan kembali kepada-Nya. إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. Seperti kata Buya Hamka di akhir poin sebelumnya, di belakang hidup yang sekarang ini ada lagi hidup akhirat. Ini yang harus kokoh kita yakini. Bahwa kita semua akan kembali kepada Allah dan akan diberitahukan apa yang diperselisihkan. Apa yang mereka perselisihkan itu adalah tentang akhirat itu sendiri. Orang kafir tidak percaya adanya akhirat, mereka berselisih mengenai hal yang pasti ini. Karenanya kelak mereka akan diberitahu dan mendapatkan balasannya siksa neraka. Sedangkan bagi mukmin yang beramal shalih, mereka pun akan mendapat balasannya berupa surga. Baca juga Isi Kandungan Surat Al Maidah ayat 48 Kandungan Surat Al Maidah ayat 48 Berikut ini adalah isi kandungan Surat Al Maidah ayat 48 Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang benar, tiada keraguan di dalamnya. Ia membenarkan kitab-kitab sebelumnya sekaligus menjadi hakim atas kitab-kitab itu. Sebab kitab-kitab sebelum Al-Qur’an sudah tidak otentik lagi setelah manusia mengubahnya. Al-Qur’an adalah pegangan hidup. Ia harus menjadi pedoman dalam memutuskan segala sesuatu. Setiap umat memiliki syariat dan hukum sendiri-sendiri sesuai dengan zaman dan kondisi hidup mereka saat itu. Namun, secara aqidah dan pokok agama semuanya sama yakni bertauhid kepada Allah. Allah menjadikan umat manusia beragam untuk menguji mereka dan memberi kesempatan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Semua manusia akan kembali kepada Allah dan mendapatkan balasan atas apa yang mereka yakini dan apa yang mereka kerjakan di dunia. Ayat ini merupakan ayat yang memotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khairat. Demikian Surat Al Maidah ayat 48 mulai dari tulisan Arab dan latin, terjemah dalam bahasa Indonesia, tafsir, dan isi kandungan maknanya. Semoga bermanfaat dan mengokohkan kita untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/BersamaDakwah] وَاَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ عَمَّا جَاۤءَكَ مِنَ الْحَقِّۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَاجًا ۗوَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَجَعَلَكُمْ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلٰكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَۙ48. Dan Kami telah menurunkan Kitab Al-Qur'an kepadamu Muhammad dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,

arti perkata al maidah ayat 48