Lingga (MK) - Pesawat komersil milik Wings Air dijadwalkan bakal melakukan pendaratan perdana di Bandara Dabosingkep, pada Minggu (11/03/2018) besok. Hal ini
PenerbanganWings Air - travelmaker.id. Batam - Maskapai Wings Air membuka rute penerbangan baru ke Bandara Dabo Singkep pada Selasa (1/10) siang.Pesawat yang tergabung dalam Lion Air Group ini membuka sejumlah rute penerbangan di antaranya Dabo Singkep-Batam yang berafiliasi langsung dengan Lion Air untuk rute Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Jambi, Palembang, dan Pontianak.
LINGGA(marwahkepri.com) - Pesawat komersil Wings Air ATR 72-600 kini melebarkan sayapnya untuk mendarat di bandara Dabo Singkep, Selasa (1/10/2019). Salah satu member dari Lion Air Group tersebut dijadwalkan membuka beberapa rute penerbangan yakni tujuan Batam, Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Jambi, Palembang dan Pontianak. Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan hadirnya maskapai
KL- Setelah sukses dalam berbagai penerbangan domestik di tanah air, Wings Air kini melebarkan sayapnya untuk mendarat di bandara Dabo Singkep pada Selasa (1/10/2019) siang. Salah satu member dari Lion Air Group tersebut dijadwalkan membuka beberapa rute penerbangan dari dan menuju Dabo Singkep, yakni tujuan Batam, Jakarta, Jogjakarta
Vay Tiền Nhanh Ggads. Sejarah Wings Air tidak terlepas dari sejarah Lion Air Group sebagai perusahaan induknya. Pemilik Lion Air Goup, Rusdi Kirana, memulai bisnisnya sebagai penjual tiket pesawat dan melakukan layanan antar jemput serta check-in penumpang. Pengalaman ini membuat Rusdi Kirana mengerti kebutuhan pasar akan maskapai yang bisa membawa penumpang ke pelosok nusantara dengan harga yang terjangkau. Karena itu, Wings Air muncul sebagai maskapai berkualitas dengan harga yang terjangkau, untuk melayani penerbangan di wilayah Indonesia. Pada 2003, Wings Air awalnya didirikan sebagai maskapai bertarif rendah dalam Lion Air Group. Wings Air memiliki nama udara “Wings Abadi Air”, yang merupakan nama Wings Air ketika pertama kali didirikan. Namun, karena nama tersebut dianggap terlalu panjang, nama tersebut dipersingkat menjadi “Wings Air”. Sejak awal didirikan, Wings Air berada di bawah pimpinan Rusdi Kirana sebagai CEO dan Edward Sirait sebagai Presiden Direktur. Meskipun Lion Air Group telah mempromosikan maskapai utamanya seperti Batik Air dan Lion Air, Wings Air tidak membuat banyak iklan dan promosi karena penjualan tiket biasanya disatukan dengan promosi Lion Air. Namun dalam perkembangannya, Lion Air mulai memposisikan dirinya sebagai maskapai bertarif rendah sesuai dengan kebutuhan pasar. Karena itu, Wings Air pun diubah menjadi maskapai pengumpan dan perintis bagi maskapai utama dalam Lion Air Group, yaitu Lion Air, Batik Air, dan Malindo Air. Pada masa awal penerbangannya, Wings Air menggunakan armada pesawat tipe MD-80 dan MD-82, yang dulunya digunakan Lion Air. Namun, pesawat tipe MD-80 dan MD-82 ini dianggap sudah cukup kuno. Karena itu, Wings Air mulai memperbarui armadanya dengan membeli pesawat berteknologi Prancis, yaitu pesawat tipe ATR. Pesawat tipe ini dipilih sebagai jenis pesawat utama Wings Air karena mesin baling-baling gandanya yang merupakan teknologi buatan Prancis, yang sesuai untuk penerbangan perintis. Pada 15 November 2009, Wings Air menandatangani persetujuan untuk memesan 15 pesawat tipe ATR 72-500 dengan 15 pesawat cadangan tipe ATR 72-600, yang merupakan model terbaru dari ATR. Dalam persetujuan ini, tiga pesawat ATR 72-500 akan mulai diantarkan pada Januari 2010. Pada 25 Februari 2011, Lion Air memesan 15 pesawat ATR 72 tipe terbaru untuk armada Wings Air, menggantikan 15 pesawat ATR 72-600 yang dipesan pada 2009. Pada 27 November 2014, Lion Air juga menandatangani persetujuan pemesanan 40 pesawat tipe ATR 72-600 untuk armada Wings Air, menjadikan Lion Air Group sebagai maskapai pengguna pesawat ATR terbanyak. Pesawat ATR 72-500 dan ATR 72-600 dipilih karena memiliki efisiensi yang tinggi serta biaya operasional yang rendah. Dengan performa yang baik pada landasan jarak pendek, pesaawat tipe ini dirasa tepat untuk melayani penerbangan ke daerah-daerah terpencil di Indonesia dengan medan yang sulit. Selain itu, mesin ATR 72-500 dan ATR 72-600 juga memiliki ketahanan yang baik pada cuaca panas dan dingin serta ketinggian yang beragam. Penambahan jumlah armada ini tentunya disertai dengan bertambahnya rute dan frekuensi penerbangan Wings Air. Beberapa rute jarak pendek yang awalnya dilayani Lion Air mulai dioperasikan oleh Wings Air. Sebagai hasilnya, Wings Air pun terus mengembangkan rute penerbangannya di Indonesia dan menghubungkan lebih banyak lagi kota-kota terpencil di berbagai wilayah. Kota-kota atau wilayah terpencil yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh pesawat besar kini bisa dikunjungi dengan mudah, baik untuk keperluan bisnis maupun wisata. Terdapat beberapa kekhawatiran yang muncul karena Wings Air beberapa kali mengalami kecelakaan kecil dalam penerbangannya. Untuk menanggapi kekhawatiran ini, Wings Air mengajukan dirinya untuk menjalani audit keamanan dari IATA dan akhirnya memperoleh nilai keamanan yang memadai. Setiap pesawat dalam armada Wings Air telah mendapatkan sertifikasi IATA Standard Safety Assessment ISSA, yang membantu menarik kembali simpati publik untuk terbang bersama Wings Air sebagai maskapai pilihan. Saat ini, Wings Air memiliki setidaknya lima bandara penghubung yang tersebar di titik-titik strategis di Indonesia, seperti Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandar Udara Internasional Hang Nadim di Batam, Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Medan, dan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Kelima bandara tersebut tersebut dipilih karena letaknya yang strategis, demi memastikan penerbangan Wings Air dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia melalui rute-rute penerbangan utama. Rute penerbangan utama tersebut mencakup menuju Bali, Medan, Jakarta, Singapura, Thailand, dan Australia. Pada awal 2017, Wings Air menambahkan beberapa rute baru antara Pulau Sulawesi dan Kalimantan. Rute ini menjangkau kota-kota seperti Banjarmasin, Makassar, Batulicin, dan Kendari. Dengan memperkuat akses antar pulau, Wings Air telah membantu mobilitas masyarakat untuk bepergian dari kota kecil ke kota besar atau sebaliknya. Hal ini tentunya membawa keuntungan tersendiri bagi daerah yang sebelumnya tidak terjangkau oleh transportasi udara. Dengan menghubungkan beragam daerah dengan transportasi yang lebih aman dengan harga yang terjangkau, Wings Air telah membawa keuntungan baik bagi pelaku bisnis maupun turis yang ingin menjelajah Indonesia.
in Kepri 02/02/2018 2,782 Views Lingga NetKepri – Menteri Perhubungan telah Mengeluarkan Jadwal Penerbangan Perintis Susi Air Dabo Tahun 2018 Pesawat Caravan. Perubahan jadwal ini tidak langsung dari Dishub Kabupaten, melainkan ini diatur oleh kementrian Perhubungan. “Perubahan jadwal itu merupakan wewenang dan diatur langsung dari Kementrian Perhubungan, dan kami hanya berkoordinasi dan memberi informasi terkait perkembangan tersebut”. Ujar Selamat, Kabid Perhubungan Laut dan Udara saat ditemui di ruangan kerjanya. Sedangkan terkait penambahan rute printis tersebut Dishub memang diikutlibatkan terhadap penambahan rute perjalanan perintis, Seperti yang diketahui terdapat penambahan rute baru yakni dari Dabo Singkep- Karimun. Hal tersebut merupakan usulan dari Bupati atas kerjsama dengan Dishub itu sendiri. “Untuk perubahan jadwal, itu merupakan kewenangan pihak bandara dan Kementrian Perhubungan itu sendiri” jelas dia. Selamat juga mengatakan, terjadinya perubahan jadwal penerbangan ini berdasarkan ketersediaan pesawat itu sendiri. Dinas Perhubungan dan Pemkab Lingga melalui bupati juga telah berupaya mengusulkan dalam penambahan atau perpanjangan Run Way. “Perpanjangan Run Way ini sangat penting, sehingga nanti dengan perpanjangan Run Way ini pemerintah berencana bisa meminta perpanjangan Run Way hingga 2000m, sedangkan sekarang baru 1300m Run Way. Hal ini agar supaya dilandasi pesawat yang lebih besar”, tambah Selamat. Dishub juga telah berupaya menjajaki pihak- pihak Air Line dan pihak Bandara guna menambah atau membuka Rute baru yang ada di kabupaten lingga khususnya di Bandara Dabo Singkep. “Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak Air Line yang ada di tanjungpinang, khusunya Sriwijaya dan Wink, hingga saat ini kami masih menuggu jawaban dari mereka dan kami akan tetap melakukan survey- survey selanjutnya” papar dia. Dinas perhubungan sendiri berharap kedepannya ada penambahan pesawat yang lebih besar seperti R-75 yang bisa mengangkut penumpang lebih banyak dari yang sekarang. “Kami akan tetap melakukan koordinasi kepihak Air Line untuk membuka rute penerbangan baru, sehingga dengan adanya penambahan rute atau pesawat yang lebih besar, hal ini bisa menarik perhatian investor khususnya dar Kota Batam”, tutup Selamat.Hum/Red x Check Also Ansar Hadiri Pelantikan DPD PKDP Tanjungpinang, Ini Sambutannya Kepri, – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menghadiri pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah ...
Salah satu maskapai tanah air, Wings Air, mulai membuka penerbangan rute Bandara Dabo Singkep, yang ditandai dengan pendaratan pertama, Selasa 01/10 Lion Air Group ini membuka beberapa rute penerbangan diantaranya Dabo Singkep-Batam yang langsung berafiliasi dengan Lion Air untuk rute Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, Medan, Jambi, Palembang, dan Pontianak."Ini kebanggan kita bersama, Wings Air sudah mulai mendarat di Kabupaten Lingga," ucap Bupati Lingga, Alias Wello saat menyambut rombongan Plt. Gubernur Kepri, Isdianto didampingi oleh Sekda Provinsi Kepri, Arif Fadilla dan sejumlah pejabat provinsi lainnya saat menjajal pesawat tipe ATR 72-600 mengungkapkan, penerbangan Wings Air ini menjawab tantangan sekaligus keluh kesah masyarakat dan investor serta pengusaha yang menginginkan penerbangan komersil di investor pun turut menginginkan transportasi jalur udara ini, selain untuk menghemat waktu, mempersingkat jarak, dan mempermudah rencana investasi."Ini adalah berkat kerja keras kita bersama, termasuk bantuan Kepala Bandara teman kita berkonsultasi. Terima kasih juga buat Lion Air Group," ujar Lingga itu juga menyampaikan harapannya, masyarakat menjadi lebih mudah dan mampu memanfaatkan penerbangan itu, Plt. Gubernur Kepri, Isdianto, usai mencoba penerbangan selama 35 menit ini mengapresiasi usaha dan kerja keras Bupati Lingga dan jajarannya dalam meningkatkan transportasi di Lingga."Semoga hadirnya Wings Air ini dapat mendorong tumbuhnya sektor pariwisata Lingga kedepannya, bukan tak mungkin ada turis-turis," kesempatan itu pula, Chief Pilot, Deki Arianto mewakili management mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan sambutan luar biasa dari Pemkab Lingga."Penerbangan ini menambah daftar penerbangan yang selama ini sudah dilaksanakan di Kepulauan Riau, seperti Tanjungpinang, Letung," ucap menambahkan, jika sementara waktu akan melihat pasar penerbangan di Kabupaten Lingga. Jika dinilai lancar, tidak menutup kemungkinan akan dijadwalkan setiap pihaknya kini telah memiliki 64 unit pesawat ATR tipe 500 dan 600 dan akan terus bertambah, hingga 2022 nanti."Dengan demikian, kamipun bisa maksimal mendukung program pemerintah menghubungkan wilayah di Indonesia via jalur udara," tutupnya.
– Wings air membuka rute Batam ke Dabo Singkep, jadwal penerbangan langsung nonstop efektif pada 1 Oktober 2019, Wings Air menawarkan frekuensi satu kali setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pergi pulang PP.Alasan Wings Air membuka rute tersebut, karena Dabo adalah pintu masuk ke Kepulauan Lingga. Wings Air berharap pembukaan rute tersebut dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah khususnya di Kepulauan penerbangan perdana dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Riau, beserta jajaran perangkat daerah rute baru Batam menuju Dabo Singkep di tahun ini sebagai bagian pengembangan bisnis dalam memperkuat konektivitas domestik untuk layanan interdaerah atau Air memulai nomor terbang IW-1298, pesawat berangkat dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau BTH pukul WIB dan mendarat di Bandar Udara Dabo, Kepulauan Riau SIQ pada layanan sebaliknya, Wings Air bernomor IW-1299 terbang dari Singkep pada WIB dan tiba di Batam pukul mengakomodir layanan penerbangan yang mengedepankan faktor kenyamanan dan keselamatan safety first. Wings Air mengajak wisatawan ataupun pebisnis merasakan terbang pesawat tipe ATR 72-500 dan ATR 72-600. Armada berkapasitas 72 kursi, cocok menerbangi rute Air menetapkan maksimum beban bagasi yang diperbolehkan. Setiap penumpang kecuali bayi, diperbolehkan membawa satu bagasi kabin cabin baggage dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi personal item seperti tas laptop, perlengkapan bayi, bahan membaca, kamera, tas jinjing wanita hand luggage ke dalam kabin hand carry, yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi penumpang yang hendak membawa barang bawaan yang banyak, dapat membeli voucher bagasi pre-paid baggage melalui agen perjalanan travel agent, dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.
jadwal pesawat wings air dabo singkep